Info Sekolah
Senin, 09 Feb 2026
  • SMK Bhakti Kencana Ciawi telah menjadi sekolah literasi nasional.
  • SMK Bhakti Kencana Ciawi telah menjadi sekolah literasi nasional.
8 Februari 2026

Sempurna Itu Susah

Ming, 8 Februari 2026 Dibaca 6x Cerpen

Karya: Muhammad Fadil Hamizan

Chapter 2

Aku berdiri kaku di depan rumah itu.

Cat temboknya sudah kusam, pagar berderit pelan tertiup angin.

Suara bentakan masih terngiang di kepalaku, jelas, kasar, dan terlalu nyata untuk dianggap biasa.

Aku pulang dengan langkah berat.

Hari itu, Sinta tidak masuk sekolah.

Besoknya juga tidak.

Dan besoknya lagi.

Kelas terasa… aneh.

Permen yang biasanya ada di mejaku menghilang.

Tak ada lagi suara kursi digigit, tak ada lagi anak aneh yang pura-pura kuat di depan kelas tapi tidur dengan mata sembab.

“Aneh ya, Sinta ga masuk-masuk,” ucap Azel sambil memainkan pulpen.

Aku diam.

Untuk pertama kalinya, aku tak ingin bercanda.

Hari keempat, wali kelas memanggilku.

“Kifan, kamu dekat dengan Sinta?”

Aku ingin bilang tidak, tapi tenggorokanku menolak berbohong.

“Iya, Bu. Sedikit.”

“Dia izin pindah. Urusan keluarga.”

Kalimat itu pendek.

Tapi rasanya seperti dijatuhkan dari lantai dua.

Beberapa minggu berlalu.

Aku tetap jadi “Kifan yang sok rapi”, “Kifan yang selalu kelihatan bisa”, “Kifan yang jadi perwakilan ini itu”.

Tapi anehnya, aku mulai capek.

Capek senyum.

Capek jadi versi yang disukai orang.

Capek pura-pura kuat.

Suatu hari, saat lomba itu akhirnya datang, aku berdiri di belakang panggung.

Speaker, mic, sorotan lampu.

Semua yang dulu bikin aku bangga, sekarang bikin aku sesak.

“Kamu siap?” tanya Mika.

Aku mengangguk.

Padahal tanganku gemetar.

Di atas panggung, aku melihat wajah-wajah itu.

Teman sekelas.

Guru.

OSIS yang pernah nangis gara-gara aku.

Dan entah kenapa…

Yang muncul di kepalaku justru Sinta.

Dengan permen kecilnya.

Dengan kumis spidolnya.

Dengan luka di pipinya.

Aku menarik napas.

“Menurut kalian,” ucapku ke mikrofon,

“sempurna itu apa?”

Ruangan hening.

“Aku dulu pikir… sempurna itu ketika semua orang ngakak sama kita, kagum sama kita, atau nganggep kita hebat.”

Aku tersenyum kecil.

“Ternyata… capek.”

Beberapa orang tertawa kecil.

Beberapa terdiam.

“Ada orang yang kelihatannya aneh, tapi sebenernya lagi bertahan.

Ada yang kelihatannya kuat, tapi tiap hari pengen berhenti.”

Aku menelan ludah.

“Dan aku sadar… kita sering maksa diri kita jadi sempurna buat orang lain, sampe lupa nanya ke diri sendiri:

‘Aku sebenernya baik-baik aja nggak?’”

Lampu terasa panas.

Tapi dadaku terasa ringan.

“Aku ga sempurna.

Dan jujur aja… aku capek pengen jadi itu.”

Tepuk tangan pecah.

Bukan yang heboh.

Tapi hangat.

Beberapa bulan kemudian, aku menerima pesan dari nomor tak dikenal.

Sinta:

Kifan, makasih ya.

Permen yang dulu… aku ninggalinnya bukan buat lucu.

Cuma biar ada yang nerima aku meski aku aneh.

Aku membalas dengan tangan gemetar.

Aku:

Kamu ga aneh.

Kamu Cuma manusia.

Beberapa detik kemudian, pesan terakhir masuk.

Sinta:

Iya. Ucapnya singkat dan ternyata… itu cukup.

Aku menatap layar lama.

Angin berhembus.

Daun bergoyang.

Bukan pohonnya.

Daunnya.

Dan untuk pertama kalinya,

Aku berhenti berusaha jadi sempurna.

Karena ternyata…

Bertahan hidup aja

Udah luar biasa.

Tamat.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Moto Kami

SMK Bisa

Kunjungi Kami

Info Sekolah

SMK Bhakti Kencana Ciawi

NPSN 20262719
Jalan Raya Ciawi KM 20, Sukaresmi, Desa Pakemitankidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 46156
TELEPON (0265) 455111
EMAIL smk_bkc@yahoo.co.id
WHATSAPP +62 822-1925-2185