INIKAH WAKTUNYA?

Please Share

Inikah Waktunya

Pagi itu adalah pagi yang entah mengapa benar-benar membuat hatiku tenang. Semilir angin sejuk yang masuk melalui jendela membuat perasaan gundahku kian menghilang. Aku menatap ke luar jendela melihat indahnya fajar yang seakan tepat berada di atas pemukiman. Sekali lagi aku menutup mataku, merasakan sejuknya angin yang masuk ke dalam hidungku. Namun,

BRUKKK…
“AWWW!!!”

Aku terkejut dan spontan membalikan badanku, mencoba melihat apa yang menimbulkan suara di belakangku.

“Adduuhhh…”
Terdengar rengek seorang perempuan yang sudah tak asing di telingaku. Namun dimana? Kenapa hanya terdengar suaranya saja?

Aku berjalan menuju tempat tidur. Dan ternyata benar! Dia ada di balik tempat tidur.

“Aduh Sis, makanya kalo tidur itu jangan buang-buang energi, jatoh terus kan?” Sambil menahan tawa aku mencoba membantu Sisi yang terlihat masih kesakitan karena jatuh dari tempat tidur.

Sisi adalah salah satu teman sekelasku, dan ia juga sahabat dekatku, oleh karena itu, dia berada satu kamar denganku di kegiatan kunjungan industri ini. Bukan hanya Sisi, aku juga satu kamar dengan Hasanah yang juga sahabat dekatku.

“Lagian kalo aku perhatiin, kamu tuh tidur kayak lagi turnamen sepak bola sih Sis, kasian itu Hasanah, mungkin kalau diperiksa bisa jadi badannya pada babak belur, hahaha” Aku tak lagi dapat menahan tawaku hingga akhirnya membuat Hasanah terbangun juga.

“Ada apa? Sisi jatoh lagi ya?” Dengan mata yang masih tertutup, Hasanah bertanya dengan suara khas baru bangun.

“Iya! Iya! Bantuin aku bangun aja” protes Sisi.

“Hahaha, bercanda siss, masa gitu aja ngambek, iya ga? Hasanah?” ucapku, sambil membantu Sisi duduk di tempat tidur.

“Hmmm, ih dingin dit, ngapain buka-buka terus jendela? ini masih pagi banget loh, emang udah adzan?” tanya Hasanah, dengan mata yang juga masih tertutup.

“Bentar lagi juga adzan kayaknya. Emang kamu ga mau bangun Has?” tanyaku kembali.

“Yaudah, aku mau mandi duluan!” sela Sisi penuh semangat.

“Ihh wong aku yang bangun duluan!” protesku.

“Yaa ngapain ga langsung mandi, wleee” Sisi langsung bangun mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi secepat kilat.

“Ih dasar, ngeselin” kataku jengkel.

“Aish udahlah, dia emang gitu kan?” ucap Hasanah yang beberapa detik kemudian terdengar mendengkur.

“Aishhh, punya temen gini-gini amat” gumamku.

Sambil menunggu Sisi selesai dari kamar mandi. Aku kembali mendekati jendela, berniat melanjutkan ketenangan yang sempat terpotong barusan.

Namun, baru saja sekitar 5 menit berlalu, Sisi memanggilku dari belakang,
“Dit, katanya tadi mau mandi, itu malah keduluan sama hasanah”

“HAH!! Ish HASANAHHH!!” teriakku.

“HAHAHAHAHAHA….” tawa Hasanah dari dalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi dan Shalat Subuh, aku, Sisi dan Hasanah segera membereskan barang kami, mengingat hari ini adalah hari terakhir kunjungan industri. Pagi ini setelah sarapan, rombongan dari sekolahku akan pergi ke tempat kunjungan yang terakhir, yaitu ke PT Victoria Care Indonesia, dan setelah itu kami akan menghabiskan waktu dan melepas rasa lelah di Malioboro. Pukul 08:00, kami mulai berangkat dari penginapan menuju tempat kunjungan, dan sampai di sana sekitar dua jam kemudian.

Dua hari terakhir ini, aku banyak belajar tentang ini dan itu. Banyak juga motivasi yang aku dapatkan. Bahkan, aku sampai tertarik untuk dapat bekerja di salah satu tempat yang telah kami kunjungi.

Waktu menunjukkan pukul 13:00, dan akhirnya kami telah selesai melakukan kunjungan terakhir tersebut. Kami bergegas menuju bus kami masing-masing, dan akan beristirahat di rest area terdekat sekalian Shalat Dzuhur. Setelah selesai Shalat Dzuhur, kami kembali ke bus masing-masing dan mulai berangkat ke Malioboro.

Tak terasa, saking asiknya di perjalanan, adzan ashar mulai terdengar. Hingga akhirnya kami berhenti lagi di rest area yang sudah dekat dengan Malioboro. Di sana kami melaksanakan Shalat Ashar dan membeli makanan untuk oleh-oleh. Setelah itu, kami kembali ke bus melanjutkan perjalanan ke Malioboro.

Sesampainya di Malioboro dan setelah mendengar pengumuman singkat dari Pak Guru pengawas di bus kami, kami kemudian langsung berlomba-lomba keluar dari bus dan mulai berjalan ke sana ke mari menikmati indahnya Malioboro. Aku, Sisi dan Hasanah juga bergegas menuju pangkalan becak dan berniat berkeliling menggunakan becak. Kami bertiga benar-benar menikmati indahnya kota Malioboro. Dimulai dari membeli beberapa makanan, pakaian dan berakhir berfoto-foto sambil menikmati senja.

“Eh kayaknya ada suara musik, di mana ya?” ucap Sisi.

Aku pun mencoba mendengarkan, ternyata iya, ada suara musik akustik yang terdengar dari seberang jalan. Sisi dan Hasanah berlari begitu saja, membuatku ikut berlari mengejar mereka. Dan akhirnya kami sampai ke sumber suara akustik itu. Aku benar-benar terpana melihatnya. Aku sangat menyukai musik dari sebelum aku masuk ke Sekolah Dasar, dan aku juga suka bernyanyi-nyanyi sejak aku di Sekolah Dasar.

“Dit, setelah ini kamu yang nanyi ya!” ucap Hasanah.

“Engga ah” jawabku.

“Pokonya harus, aku udah bilang juga sama pemain musiknya” lanjut Hasanah.

“Baiklah para pendengar yang ramah sekalian, sekarang kita akan mendengar suara dari seorang siswa SMK. Mari kita sambut sama-sama! Diitaa!” ucap seseorang dari grup musik akustik tersebut.

Aku melirik ke arah Hasanah dengan kesal, tetapi Hasanah dengan percaya dirinya malah menunjukan deretan giginya padaku, begitu juga Sisi. Aku segera menghampiri grup akustik itu dan memberitahu salah satu pemain musiknya mengenai lagu yang akan ku nyanyikan. Aku menghadap ke arah penonton, beberapa detik kemudian, alunan musik akustik mulai terdengar, dan aku pun mulai terbawa oleh suasana dari lagu yang akan ku nyanyikan. Aku menutup mataku, berusaha menghindari perasaan gugupku, dan kemudian mulai bernyanyi. Perlahan aku membuka mataku, terlihat para penonton menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan, tetapi mata mereka terlihat berkaca-kaca. Apa mungkin aku dapat menyampaikan makna dari lagu yang ku nyanyikan?. Tanpa terasa lagu pun berakhir. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Begitu juga Sisi dan Hasanah.

“Dita, kalau kamu mau, kamu bisa gabung digrup musik akustik kami. Kamu bisa DM ke Instagram kami ya kalau sudah bersedia bergabung, nama instagramnya @fellowkustik, double L yaa” ucap salah seorang dari grup akustik tersebut.

Seketika, aku benar-benar merasa tidak sedang berada dalam diriku. Aku benar-benar terlampau bahagia. Inikah waktunya untukku menggapai mimpiku?.

Tentang Penulis

Dwi Putri NJ

Perkenalkan, nama saya Dwita Putri Nur Julianti, dan saya kelahiran tahun 2003. Saya suka membaca buku cerita sejak saya berada di Sekolah Dasar. Melalui buku-buku yang pernah saya baca, saya selalu berkeinginan untuk dapat membuat buku cerita karya sendiri. Sehingga dari sejak Sekolah Dasar, saya selalu mencoba menulis cerita yang pada akhirnya selalu tak pernah tuntas, hehe. Melalui komunitas ini, semoga saya dapat mencapai salah satu keinginan saya menjadi penulis buku.Jazakillah.

Dwi Putri Nur Julianti

Dwi Putri Nur Julianti

Beri Komentar

Baca Cerpen Lainnya