Info Sekolah
Jumat, 06 Feb 2026
  • SMK Bhakti Kencana Ciawi telah menjadi sekolah literasi nasional.
  • SMK Bhakti Kencana Ciawi telah menjadi sekolah literasi nasional.
6 Februari 2026

Angel of Death – Legenda Violet

Jum, 6 Februari 2026 Dibaca 2x Cerpen

Karya: Muhammad Fadil Hamizan

Legenda Manusia Terakhir yang Melawan Malaikat.

Takut.

Itulah yang pertama kali dirasakan Violet ketika sayap itu terbentang.

Bukan sayap putih suci seperti dalam cerita, melainkan sayap gelap—retak, berlapis cahaya hitam—muncul dari punggung sosok berjubah yang kini melayang beberapa jengkal dari tanah.

Satu-satunya makhluk bersayap di seluruh Kerajaan Malaikat.

Satu-satunya malaikat yang tersisa.

“Jadi inilah akhirnya,” ucapnya tenang.

“Manusia-manusia yang terlalu berisik.”

Violet berdiri di depan Avier dan Zash.

Tidak ada kekuatan.

Tidak ada sihir.

Hanya tubuh manusia yang gemetar.

“Kalau kau ingin membunuh,” kata Violet dengan suara bergetar namun tegas,

“lewati aku dulu.”

Malaikat itu tersenyum tipis.

“Kau pikir keberanian bisa menggantikan sayap?”

Serangan pertama menghantam tanpa ampun.

Zash terlempar ke dinding batu. Tubuhnya jatuh tak bergerak. Darah mengalir perlahan, membentuk garis merah di tanah pucat.

“Zash—!” Violet berlari, namun Avier menariknya kembali.

“Jangan… Violet…”

Serangan kedua turun seperti hukuman.

Avier jatuh berlutut, tubuhnya menjadi pelindung terakhir.

Napasnya tersengal, darah memenuhi mulutnya.

“Maaf…” bisiknya. “Aku tidak bisa… melindungimu…”

“Tidak,” Violet menangis. “Kita bersama—”

Namun Avier terdiam.

Hanya Violet yang tersisa.

Salju mulai turun.

Perlahan.

Sunyi.

Malaikat itu mendarat di hadapannya, sayapnya melipat anggun.

“Kau bertahan cukup lama untuk seorang manusia.”

Violet berdiri sempoyongan.

Jubahnya robek. Kain merahnya tercabik, terlepas, dan berterbangan di udara sebelum jatuh di atas salju putih.

“Aku tidak menyesal,” kata Violet pelan.

“Kalau dunia ini hanya menyisakan satu malaikat seperti dirimu…”

Ia menatap sayap hitam itu tanpa takut.

“…maka dunia ini memang pantas runtuh bersamaku.”

Tebasan terakhir datang.

Tubuh Violet jatuh di antara Avier dan Zash.

Salju menutupi mereka bertiga.

Kain merah terus berjatuhan.

Legenda Violet

Pagi hari, Kerajaan Malaikat kembali sunyi.

Tidak ada perang.

Tidak ada pemberontakan.

Hanya salju putih dan kain merah yang tersebar di jalan kota.

Sejak hari itu, orang-orang berhenti menyebut tempat ini Kerajaan Malaikat.

Karena semua tahu kebenarannya—

Malaikat telah lama mati.

Yang tersisa hanyalah satu makhluk bersayap

Dan tiga manusia yang berani menentangnya.

Nama Avier dan Zash perlahan dilupakan.

Namun Violet tidak.

Legenda berkata:

Selama kain merah masih muncul setiap salju turun,

Selama orang masih mengingat seorang manusia

Yang berdiri tanpa sayap di hadapan malaikat—

Maka Kerajaan Malaikat

Belum benar-benar menang.

Dan malaikat terakhir itu…

Tidak akan pernah benar-benar bebas dari nama Violet.

Tamat.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Moto Kami

SMK Bisa

Kunjungi Kami

Info Sekolah

SMK Bhakti Kencana Ciawi

NPSN 20262719
Jalan Raya Ciawi KM 20, Sukaresmi, Desa Pakemitankidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 46156
TELEPON (0265) 455111
EMAIL smk_bkc@yahoo.co.id
WHATSAPP +62 822-1925-2185