Info Sekolah
Jumat, 06 Feb 2026
  • SMK Bhakti Kencana Ciawi telah menjadi sekolah literasi nasional.
  • SMK Bhakti Kencana Ciawi telah menjadi sekolah literasi nasional.
5 Februari 2026

Angel of Death – Kerajaan Malaikat

Kam, 5 Februari 2026 Dibaca 12x Cerpen

Karya: Muhammad Fadil Hamizan

Kerajaan Malaikat selalu tampak damai. Langit berkilau keemasan, menara kristal menjulang anggun, dan jalanan kota dipenuhi manusia serta makhluk bersayap yang berlalu-lalang tanpa rasa takut—hingga ketenangan itu pecah dalam sekejap.

BRUK!

Sebuah kereta kuda melaju terlalu cepat dan menghantam seseorang berjubah cokelat yang berdiri di sisi jalan.

“BAGAIMANA SIH KAMU JALAN?! LIHAT JALAN, TIDAK?!” bentak sang kusir dengan wajah merah padam, seolah dirinya adalah korban.

Orang-orang sekitar langsung berbisik.

“Padahal jelas-jelas kusirnya yang menabrak…”

“Kasihan sekali, dia bahkan berdiri di pinggir jalan…”

Sang kusir turun dari kereta, matanya menyala penuh amarah.

Tangannya terangkat, hendak menampar orang berjubah cokelat itu.

Namun–

Cek!

Tangannya tertahan.

Orang berjubah cokelat itu menangkap pergelangan tangan sang kusir dengan kuat, tatapannya dingin.

“Kamu tidak tahu siapa aku. Aku sudah siap—”

Belum sempat ia melanjutkan, sebuah suara lantang memotong.

“KAMU BERANI?!”

Avier melangkah maju, matanya menyala marah.

“APA KAMU TIDAK MELIHAT KAMU YANG MENABRAKNYA DULUAN?!”

Sang kusir tertawa meremehkan.

“Lihat nona ini, hahaha. Sungguh tidak sopan terhadap bangsawan sepertiku.”

Udara mendadak terasa berat.

“Sudahlah…”

Suara tenang terdengar dari dalam kereta kuda.

Tirai sedikit tersibak, memperlihatkan siluet seseorang yang wajahnya tersembunyi bayangan.

Sang kusir langsung menegang, lalu menunduk

“Maafkan kami.”

Tanpa berkata apa-apa lagi, kusir naik kembali. Kereta itu melaju pergi, meninggalkan keheningan yang aneh.

Avier menghembuskan napas panjang.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Zash, mendekati orang berjubah cokelat itu.

“Iya… kami tidak apa-apa,” jawab Avier lebih dulu, namun matanya tak lepas dari sosok berjubah tersebut.

Orang itu berdiri perlahan. Tudungnya menutupi sebagian wajahnya.

“Aku berutang pada kalian,” ucapnya pelan.

“Tapi… sebaiknya kalian tidak terlalu mencolok di kota ini.”

Zash mengernyit. “Maksudmu?”

Namun orang itu sudah berbalik dan berjalan menjauh ke arah gang sempit di antara bangunan batu putih.

Entah mengapa, Avier merasa jantungnya berdegup tak wajar.

“…Kita harus pergi,” gumamnya.

Terlambat.

Langkah mereka baru beberapa meter ketika seluruh jalan mendadak sunyi.

Suara pasar lenyap, cahaya meredup, dan udara terasa dingin menusuk tulang.

“Zash…” bisik Avier.

Dari bayangan gang, sosok berjubah cokelat itu muncul kembali—namun kini jubahnya berubah hitam pekat, seolah menyerap cahaya di sekitarnya.

“Terima kasih sudah mengikuti permainan kecilku,” ucapnya, suaranya kini menggema tidak manusiawi.

Tanah di bawah kaki mereka bercahaya dengan simbol sihir.

“Ini lingkaran pengurung!” seru Zash.

Avier mencoba menarik sayapnya—namun tubuhnya terasa berat, seolah ditahan ribuan tangan tak kasatmata.

“Kerajaan Malaikat terlalu lama hidup dalam kebohongan,” ujar sosok berjubah itu sambil membuka tudungnya sedikit.

Mata merah menyala menatap mereka.

“Kalian bertiga… adalah kunci.”

“Tiga?” Avier terkejut.

Dari bayangan di belakang mereka, sosok keempat muncul—dialah orang dari dalam kereta kuda tadi.

Senyumnya tipis, berbahaya.

“Selamat datang di bab terakhir sebelum kehancuran,” katanya.

Langit di atas mereka retak seperti kaca.

Dan untuk pertama kalinya sejak lahir, Avier merasakan satu hal yang tidak pernah ia kenal di Kerajaan Malaikat—

Takut.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Moto Kami

SMK Bisa

Kunjungi Kami

Info Sekolah

SMK Bhakti Kencana Ciawi

NPSN 20262719
Jalan Raya Ciawi KM 20, Sukaresmi, Desa Pakemitankidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 46156
TELEPON (0265) 455111
EMAIL smk_bkc@yahoo.co.id
WHATSAPP +62 822-1925-2185